Rabu, 19 Juli 2017
"Membentuk Kepribadian Muslim yang Kaffah"
Mungkin banyak orang yang menganggap bahwa arti kaffah itu sempurna, sebagaimana kehidupan Rasulullah. Baik dari segi shalatnya, puasanya, shadaqahnya, murah hatinya, perjuangannya, dakwahnya, memimpinnya, serta berbagai kehidupan lainnya.
Dengan anggapan dasar seperti itu, maka banyak orang yang sudah putus asa duluan sebelum memulai. Dan akhirnya tidak mau memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi.
Padahal arti kaffah itu sendiri adalah menjalankan islam secara sempurna sesuai keadaan diri kita.
Dan dalam kehidupan Rasulullah, beliau pernah mengalami berbagai kehidupan macam kehidupan yang dialami oleh setiap manusia. Sehingga kita bisa mencontoh Rasulullah sesuai kehidupan yang sedang kita alami.
Bila saat ini kita sedang kaya maka Rasulullah pun pernah kaya contohlah bagaimana perilaku beliau saat kaya, begitu juga saat kita sedang miskin maka Rasulullah pun pernah miskin dan kita pun dapat mencontoh beliau bagaimana mensikapi kemiskinan yang dialaminya.
Begitu juga pada kondisi lainnya, di saat kita pernah sakit, sehat, menjadi pemimpin, memiliki anak, memiliki cucu, memiliki istri, bertetangga, jadi pedagang, jadi penggembala dan menjadi apapun itu maka Rasulullah pernah mengalami itu semua.
Kalau pun Rasulullah belum mengalami apa yang sedang kita alami, maka banyak contoh dari kehidupan para sahabat, para tabi'in serta para Tabi'it Tabi'in yang mana Rasulullah menyatakan bahwa mereka adalah umat terbaik pertama, umat terbaik kedua dan umat terbaik ketiga yang dapat dijadikan contoh bagi umat muslim setelahnya.
Berbagai dalil terkait hal ini, diantaranya adalah
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah.” (Al-Ahzab: 21)
Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman.” [Al-Baqarah : 285]
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemeangan yang besar.” [At-Taubah: 100]
“Sebaik-baik manusia adalah pada masaku ini (yaitu masa para Shahabat), kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya. Setelah itu akan datang suatu kaum yang persaksian salah seorang dari mereka men-dahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” ( Syarhus Sunnah, oleh Imam al-Baghawy, tahqiq: Syu’aib al-Arnauth dan Muhammad Zuhair asy-Syawaisy, cet. Al-Maktab al-Islamy, th. 1403 H).
Kata Shahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu:
إِنَّ اللهَ نَظَرَ إلَى قُلُوْبِ الْعِبَادِ، فَوَجَدَ قَلْبَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَاصْطَفَاهُ لِنَفْسِهِ، فاَبْتَعَثَهُ بِرِسَالَتِهِ، ثُمَّ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ، بَعْدَ قَلْبِ مُحَمَّدٍ، فَوَجَدَ قُلُوْبَ أَصْحَابِهِ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَجَعَلَهُمْ وُزَرَاءَ نَبِيِّهِ، يُقَاتِلُوْنَ عَلَى دِيْنِهِ، فَمَا رَأَى الْمُسْلِمُوْنَ حَسَناً فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ، وَمَا رَأَوْا سَيِّئاً فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّئٌ.
“Sesungguhnya Allah melihat hati hamba-hamba-Nya dan Allah mendapati hati Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik hati manusia, maka Allah pilih Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan-Nya. Allah memberikan risalah kepada-nya, kemudian Allah melihat dari seluruh hati hambah-hamba-Nya setelah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka didapati bahwa hati para Shahabat merupakan hati yang paling baik sesudahnya, maka Allah jadikan mereka sebagai pendamping Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mereka berperang atas agama-Nya. Apa yang dipandang kaum Muslimin (para Shahabat Rasul) itu baik, maka itu baik pula di sisi Allah dan apa yang mereka (para Shahabat Rasul) pandang jelek, maka di sisi Allah itu jelek.” (Hr.an-Nasaa-i)
“Berkata al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu: ‘Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami dan memberikan nasehat kepada kami dengan nasehat yang menjadikan air mata berlinang dan membuat hati bergetar, maka seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, nasehat ini seakan-akan nasehat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah kami wasiat.’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian supaya tetap bertaqwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kamu adalah seorang budak Habasiyyah. Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian setelahku maka ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat.’ ( Shahih Muslim.)
Jadi dalam keadaan apapun kita saat ini, baik kita laki-laki atau perempuan, orang yang baru baligh ataupun sudah berumur, sebagai seorang anak atau orang tua, sebagai pemimpin ataupun rakyat biasa, sebagai suami ataupun istri, sebagai orang kaya atau miskin, sebagai orang yang sehat ataupun sakit, sebagai orang yang cerdas ataupun biasa2, serta sebagai apapun diri kita saat ini, pada dasarnya kita bisa meraih menjadi seorang muslim yang kaffah sesuai kondisi kita saat ini.
Untuk mencapai islam yang kaffah sesuai yang kita mampu dan kondisi kita maka kita harus berusaha mempelajari, dan memahami al-quran, hadist, sejarah hidup Rasulullah, sejarah hidup para sahabat serta sejarah hidup para tabi'in serta para tabi'i tabi'in. Lalu contohlah kehidupan mereka yang sesuai dengan kondisi kita saat ini.
Semoga Allah memberikan petunjuk pada kita semua sehingga kita bisa menjadi seorang muslim yang kaffah sesuai kondisi yang kita alami dan semoga kita dianugerahi oleh-Nya sebagai salah seorang ahli surga yang bisa berkumpul bersama Rasulullah, para sahabat dan orang2 shaleh sebelum kita yang telah meninggalkan dunia ini dengan husnul khatimah, Aamiin..aamiin..aamiin..yra
(Gantira, 19 Juli 2017, Bogor)
Sabtu, 14 Agustus 2010
Dua Panah Harapanku
Saat kujadi makmum seorang hafidz. Bacaannya membuat kakiku kuat berdiri walaupun kutaktahu apa yg dibacanya.Iramanya membuat telingaku kehausan untuk terus mendengarkan lantunannya.
Setelah semua usai,kuperhatikan dia ternyata usianya jauh dibawahku.
Kupernah berusaha mengikuti langkah yg pernah dilakukannya,namun belum juga berhasil.
Lalu kuingat kedua anakku.Hatiku berharap mereka bisa meneruskan keinginanku menjadi seorang hafidz
Kubayangkan anak2ku bagai dua panah yg siap melesat memenuhi harapan.
(Gantira, Jakarta 14 Agustus 2010)
Rabu, 11 Agustus 2010
Hatiku Lega Sayangku...
Dirimu menjadi yakin saat mengetahui argumenku yang sama selama lebih dari 3 tahun telah kuungkapkan padamu
Sayangku, sekarang aku memiliki 2 kaki yang akan terus melangkah dalam menggapai yang kuimpikan
Terima kasih sayangku
Tahun depan,Insya Allah langkah pertama yang sangat signifikan akan kita jalani bersama
Kuyakin dirimu telah siap dengan kemungkinan terburuk yg mungkin terjadi
Diriku semakin menyayangimu sayangku...
(Gantira, Jakarta 11 Agustus 2010)
Minggu, 08 Agustus 2010
Kilauan Permataku
Permata HatikuKilauan sinar jiwamu Membuatku tak peduli akan kilauan cantiknya wanita lain yang katanya cantik
Kata2 manismu
Membuat marahku reda saat tak seorgpun tahu bhw aku sedang dalam kondisi marah
Rentetan kalimatmu
Membuat semangatku kembali menyala untuk mencapai yang kuharapkan
Keridoan apa yg dirimu terima
Membuat jiwaku damai sehingga kutakperlu mencari apa2 yang bukan menjadi hakku
Sayangku
Semakin dirimu menerima&memahamiku
maka hal itu semakin membuatku menerima&memahamimu
Terima kasih'CINTAKU'
(gantira, Jakarta 8 Agustus 2010)
Selasa, 03 Agustus 2010
Kutakut Kehilanganmu
Dalam kehidupan tidurku,Kumelakukan hal yang memisahkan dirimu dengan diriku.Hatiku sanagt sedih juga hatimu atas kejadian itu.
Lalu kuingat2 syarat apa agar kita bisa kembali bersama.
Lembar demi lembar dlm otakku aku buka,akhirnya kudapatkan bahwa kita harus menikah kembali.
Kuajak dirimu untuk menjd permainsuriku kembali.
Kuucapkan ijab kabul dng maskawin uang 150 ribu yang ada di dompet yang sudah tipis.
Hatiku&hatimu penuh kebahagiaan.
Lalu aku terbangun&hatiku berucap"Ku takut kehilangan dirimu sayangku"
(Gantira, Jakarta 3 Agustus 2010)
Minggu, 01 Agustus 2010
Penenang Jiwaku
KekasihkuDi saat diriku dibombardir dengan ketidak setujuan akan tindakan yang akan kuambil nanti. Hatiku tetap mantap,karena kutahu dirimu mendukung langkahku.
Disaat orang2 sekitarku meragukan cita2ku. Hatiku tetap mantap,karena kusadari bahwa dirimu yakin akan tujuanku
Disaat yang lain menyayangkan pada keputusan yang akan kuambil nanti.Hatiku tetap melangkah dengan tegas karena kuyakin dirimu tak tergoyahkan akan bujukan yg lain.
Ibu dari putri putraku
Keberadaanmu membuatku semakin bersyukur kpd-Nya.
"I Really Love You"
(Gantira, Jakarta 1 Agustus 2010)
Jumat, 23 Juli 2010
Terima Kasih...
Hatiku sangat senang saat dirimu memahami apa yang kusampaikan
Jiwaku sangat bahagia saat dirimu menerima pemahamanku
Diriku sangat damai saat dirimu mengerti apa yang kuinginkan
Qalbuku sangat sejuk saat dirimu mengatakan siap untuk kondisi ekonomi seberat apapun yang mungkin terjadi sebagai efek dari yang akan kulakukan dalam menempuh ridho-Nya
Belahan jiwaku
Karena dirimu telah berusaha menyenangkan seluruh jiwa ragaku,maka akupun akan mendukung apapun yang menyenangkan jiwa ragamu juga.
Terima Kasih 'My Love'
(Gantira, Jakarta 23 Juli 2010)
Senin, 12 Juli 2010
Masa Dulu dan Masa Kini
Kutatap wajah wanita itu.Maka kuketahui,itu hanya cinta masa silam.Dan tidak ada kewajibanku sedikitpun pdnya.Belum tentu diapun cocok dengan pemahamanku saat ini.
Kutatap wajah belahan jiwaku. Kuyakini,dialah cintaku saat ini. Sudah ada tanggungjawabku pdnya. Kutahu,matahariku mendukung semua pemahamanku saat ini. Dia siap hidup kekuranganku.
(Gantira, Jakarta 12 Juli 2010)
Mencintaimu
Bidadariku...Walaupun dirimu jauh di kota gudeg sana,namun dirimu bagai ada disisiku.
Belahan jiwaku...
Keluh kesah&rahasia besarku hanya dapat kuungkapkan kepadamu selain kepada-Nya.Karena kuyakin dirimu memahami kekuranganku.
Permainsuriku...
Perjuanganmu untuk memahamiku&mendidik anak2 kita begitu berharga bagiku.Kerja kerasmu membuatku semakin menyayangimu.
Matahariku...
Jiwa ini terasa semakin terang&mantap untuk terus menggapai cinta-Nya ketika dirimu memahamiku.
Penyejuk hatiku..
Aku sangat mencintaimu.
(Gantira, Jakarta 12 Juli 2010)
Senin, 22 Juni 2009
"Keabadian"
Permaisuriku. Cintaku padamu sepenuh langit dan bumi, sejernih embun yang menetes di pagi hari, seterang matahari di siang hari, seindah malam yang dihiasai bintang-bintang dan setulus senyuman bayi saat mimpi indah dalam tidurnya.Permata hatiku. Dunia ini sangatlah singkat, sekejap antara tiap kedipan mata kita, secepat peredaran oksigen dalam tubuh kita, sekilat halilintar yang merobohkan pohon yang disambarnya. Kutak ingin cintaku padamu sefana itu.
Sayangku. Kuingin cintaku padamu abadi selamanya. Kuingin cinta kita bersemi tanpa dibatasi waktu yang memutuskannya. Semua ini hanya bisa didapat bila kita selalu taat pada-Nya, ketaatan dalam keadaan senang maupun susah di dunia yang fana ini. Sehingga kita bisa berkumpul kembali dalam keabadian yang penuh dengan kasih sayang-Nya.
I love you so much permata hatiku..
Gantira, Jakarta
Rabu, 24 September 2008
"Dirimu Adalah Belahan Jiwaku Sayangku"
Setelah ikatan suci disahkan, yang kurasakan saat berdekatan denganmu adalah kesejukan yang meresapi seluruh jiwa dan ragaku. Saat meremas tanganmu, tanganku terasa memegang intan permata yang tak ada duanya di alam semesta ini. Saat memeluk tubuhmu, jiwaku terasa menyatu dengan jiwamu menjadi suatu jiwa yang utuh dan sempurna. Saat mencium keningmu, bibirku terasa mencicipi air talaga surga yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Hati kecilku merasakan kebahagiaan surga dunia yang menggetarkan setiap sel ragaku.
Saat aku berada di tempat yang jauh dan merasakan kerinduan pada dirimu, maka aku langsung menelponmu. Dan pada saat yang bersamaan dirimupun merasakan yang sama sehingga kerinduan itu menyatu menjadi sebuah keutuhan yang sempurna. Ini kurasakan bahwa ada suatu ikatan batin yang menyatu antara kita. Aku merasakan sebuah komunikasi getaran jiwa di antara kita.
Saat aku dan dirimu bersama kembali, yang kurasakan adalah kedamaian yang meresap dalam seluruh jiwaku. Semua rasa resah dan gelisah terus tercurahkan dengan bebasnya pada dirimu. Saat dirimu menangis untuk mencurahkan rasa sedihmu, diriku merasa bagai seorang kesatria yang selalu siap menghiburmu sehingga kesedihanmupun berubah menjadi canda yang menghangatkan dunia kita.
Begitu pula pada saat diriku merasakan uneg-uneg yang luar biasa pada lingkungan kerjaku. Akupun mencurahkannya pada dirimu sehingga yang kurasakan adalah perubahan dari hati yang gelisah menjadi hati yang damai. Itulah nikmatnya berada disisimu belahan jiwaku.
Rabu, 26 Maret 2008
Sebuah Dekapan Untuk Istriku
Aku dan dia bercanda sekitar kecantikannya, dia tersenyum padaku sehingga rasa cintaku padanya semakin mendalam dan berlipat didalam dadaku. Kemudian aku cium keningnya yang menawan dan dia terdiam dalam kebahagiaan yang menyeliputi dirinya. .
Dia katakan bahwa kehidupan yang paling membahagiakan baginya saat diriku ada didekatnya, akupun juga merasakan demikian sayangku. Lalu aku pegang tangannya dengan cinta yang mendalam disekujur hatiku, Jarinya memegang jemariku dengan eratnya dan diapun tersenyum dengan penuh kebahagiaan didalam genggaman tanganku. .
Lalu aku teringat pada salah satu perkataan nabiku "Apabila seorang suami memandang kepada istrinya dan istrinya memandang kepadanya maka Allah akan memandang kepada mereka dengan kasih sayang. Lalu bila suami memegang-megang tapak tangan istrinya maka dosa-dosa mereka akan berguguran melalui jari jemari mereka. (Hadist Shahih)" .
Aku merasakan Baiti janati, Keluargaku adalah surgaku. I love you cintaku, muah….
-Gantira- Jakarta
Minggu, 28 Januari 2007
Wanita Keduaku
Istriku sebagai wanita pertamaku
Namun seiring dengan berjalannya waktu
Ternyata di atas langit ada langit
.
Telah nampak di mataku wanita keduaku
Hidungnya lebih cantik dari hidung wanita pertamaku Bibirnya lebih manis dari bibir wanita pertamaku
Matanya lebih tajam dari mata wanita pertamaku
Wanita keduaku
Ternyata dalam batin ini kurasakan kerinduan yang luar biasa padamu
Kuingin mendengarkan suaramu
Kuingin mencium pipimu
Kuingin memeluk tubuhmu
Banyak lagi yang kuinginkan dari kehadiranmu disisiku
.
Wanita keduaku
Saat ku lihat dirimu
Terasa rasa lelah dan letih hilang dariku
Tenaga secara tiba-tiba datang dengan ajaibnya padaku
Dirimu bagaikan obat kelemahan tubuhku
.
Wanita keduaku
Saat kupeluk dirimu
Batin ini bergetar dengan kencangnya
Darah ini membeku dengan cepatnya
Napas ini terhenti merasakan keindahan tubuhmu
.
Wanita keduaku
Dirimu wanita tercantik yang kutemukan kini
Dirimu wanita termanis yang kuketahui kini
Dirimu wanita yang menggemaskan seluruh jiwa ragaku
Dirimu menyadarkanku bahwa selain wanita pertamaku
Ternyata ada wanita lain yang lebih bagiku
.
Wanita keduaku
Dirimu begitu cantik, manis dan menggemaskan hatiku
Tuk kebahagianmu kan kukorbankan seluruh hidupku
Karena kutahu usiamu hampir 2 bulan terlahir dari perut wanita pertamaku
(Gantira, Jakarta)
Sabtu, 07 Oktober 2006
“Bidadariku”
Ketika sedikit rizqi mendatangi kita dan membuat hati kita tenang, dirimu tersenyum penuh kebahagiaan lalu bibir manismu mengucapkan rasa syukur pada-Nya. Namun saat setumpuk uang mendatangi kita namun membuat hati kita bimbang, dirimu terdiam penuh kesedihan lalu bibirmu berucap “kenapa uang ini datang pada kita?”
Bidadariku…
Sebelum kita menutup mata, dirimu dan diriku bercanda serta bercerita tentang kehidupan yang baru kita temui, kita mencoba mengambil pelajaran untuk kehidupan selanjutnya. Begitu pula pada saat mata kita terbuka kembali, dirimu dan diriku bercerita tentang kehidupan yang baru kita alami, kita mencoba mengambil hikmah untuk kehidupan pada saat mata kita terbuka
Bidadariku…
Kita menganggap bahwa di alam fana ini ada dua kehidupan, kehidupan pada saat mata tertutup dan kehidupan pada saat mata terbuka. Bila kehidupan pada saat mata kita tertutup menyenangkan hati kita, kita berharap agar kehidupan itu terulang kembali pada saat mata kita terbuka. Namun bila kehidupan itu menyengsarakan hati kita, kita berharap bisa memperbaikinya pada saat mata kita terbuka
Bidadariku….
Kehidupan yang sangat membahagiakan diriku, pada saat dirimu bercerita tentang kehidupan dimana aku telah membuat kejutan yang sangat membahagiakan dirimu. Dirimu melihat wajahmu dan wajahku tidak seperti kita saat ini namun dirimu merasa bahwa hati kita memiliki wajah itu. Lalu aku mengajakmu ke sebuah istana yang sangat mewah melebihi kemewahan istana ratu inggris lalu aku tuntun dirimu menaiki tangga yang bertingkat-tingkat namun tidak melelahkan kakimu. Dirimu melihat disamping istana itu ditanami bunga-bunga yang sangat indah melebihi keindahan bunga-bunga yang pernah dirimu lihat, lalu diriku berucap ”ini semua milikmu sayangku”
Bidadariku…
Mendengar cerita kehidupan di saat matamu tertutup, aku terdiam penuh kebahagiaan namun aku tak bisa berjanji dapat mewujudkannya pada saat mata kita terbuka
Bidadariku..
Dirimu adalah bidadariku yang membuatku bahagia di dunia ini namun diriku berharap dan berdoa kepada Tuhanku agar dirimupun bisa menjadi bidadariku di kehidupan nanti
Bidadariku…
Aku sangat mencintaimu
Gantira-Jakarta,
Jumat, 06 Oktober 2006
Kebahagiaanku
Aku semakin mencintaimu sayangku
Bila kucium keningmu
Hatiku semakin menyayangimu cintaku
Bila ku bercanda denganmu
Jantungku semakin berdetak bidadariku
Bila kumelihat senyumanmu
Dadaku semakin menggebu permataku
Bila dirimu merebah dipangkuanku
Batinku makin tenang permainsuriku
Bila kumerasakan kebahagiaan hatimu
Jiwaku makin berguncang penuh kebanggaan matahariku
Apapapun yang membuat dirimu bahagia
Diriku akan selalu mendukungmu sayangku
Aku melakukan semua itu
Karena aku semakin bahagia bila hatimu bahagia
(Gantira, Jakarta)
Jumat, 02 Juni 2006
Maafkan Aku Istriku

Setelah aku banyak membaca sejarah sebelum agamaku datang, begitu banyak kaummu yang dilecehkan oleh kaumku. Bila kaummu baru melahirkan kaummu, maka dengan entengnya kaumku mengubur kaummu. Kaumku saat itu merasa malu dengan hadirnya kaummu di antara kaumku, padahal karena jasa kaummulah kaumku bisa terlahir di dunia ini.
Setelah aku banyak membaca cerita kaumku yang dilahirkan oleh kaummu, begitu banyak kaumku yang menghianati kaummu. Padahal awalnya kaummu dengan rasa sayang yang luar biasa membesarkan kaumku. Kaummu dengan sayangnya menyusui kaumku yang masih bayi yang hanya baru bisa menangis. Namun saat kaumku telah menginjak besar dan mandiri, kaumku dengan sombongnya melupakan jasa-jasa kaummu.
Setelah aku banyak membaca kisah cinta antara kaumku dan kaummu, begitu banyak hati kaummu yang disakiti oleh kaumku. Mula-mula kaumku dengan perjuangan yang begitu hebat berusaha mendapatkan hati kaummu yang terus menerus menolak hati kaumku. Namun saat hati kaummu luluh dan mencintai hati kaumku, maka dengan seenaknya kaumku meninggalkan kaummu. Sehingga akhirnya banyak dari kaummu yang memutuskan untuk sendiri seumur hidupnya karena rasa sakit yang luar biasa akibat dari perbuatan kaumku.
Setelah aku banyak membaca pola pikir kaumku dan kaummu, begitu banyak kaummu yang memilih kaumku semata-mata hanya karena cinta kaummu pada kaumku. Padahal kaumku tidaklah terlalu tampan, tidaklah terlalu pintar, tidaklah terlalu kaya, tidaklah terlalu hebat. Kaummu memilih kaumku hanya karena rayuan gombal dari kaumku yang pandai mengobral janji-janji kosong. Namun saat didalam badan kaummu berisi sesuatu yang berasal dari kaumku. Kaumku dengan pola pikirnya yang so’ rasional begitu mudahnya dia lari dari tanggung jawab yang tidak menguntungkan ke so’ rasionalannya, sehingga kaummu menahan rasa malu yang luar biasa sendirian dihadapan orang-orang yang senantiasa menghina kaummu.
Setelah aku banyak membaca perasaan kaumku saat belum dikaruniai darah dagingnya, kaumku dengan enaknya menyalahkan kaummu. Kaumku tanpa ijin dari kaummu menikah lagi untuk menenangkan perasaan kaumku, padahal saat itupun perasaan kaummu benar-benar menderita bahkan bisa jadi kekurangan itu berada pada kaumku. Namun kaumku dengan gengsi yang sangat tinggi tidak mau mengakui kekurangan yang bisa saja ada pada diri kaumku.
Setelah aku banyak membaca hati kaumku yang telah mendapatkan dari hasil perjuanganmu yang menahan rasa sakit yang luar biasa disaat-saat darah daging kaumku lahir dari perut kaummu. Dengan mudahnya sebagian besar cinta hati kaumku beralih ke darah daging kaumku sehingga hati kaummu mulai terabaikan oleh kaumku, padahal kaummulah yang jauh lebih berjasa dalam melahirkan hati kebahagiaan kaumku.
Setelah aku banyak membaca surat kabar mengenai kaumku dan kaummu, begitu banyak kaummu yang teraniaya oleh kaumku. Kaummu dicaci maki, ditampar, ditendang, bahkan banyak dari kaummu yang dibunuh oleh kaumku, padahal pengorbanan yang telah kaummu lakukan pada kaumku begitu besar. Namun kaumku dengan so’ berkuasanya memaparkan pengorbanannya yang tidak seberapa banyak dibanding pengorbanan kaummu pada kaumku.
Setelah aku banyak membaca kaumku yang menikahi banyak kaummu, aku melihat mereka merasa diri suci mengikuti sunnah nabiku. Padahal nabiku menikahi kaummu semata-mata hanya untuk menolong kaummu yang sudah tua, menderita dan sengsara yang tidak mungkin kaumku mau menikahinya. Kaumku saat ini banyak menikahi lebih dari satu dari kaummu yang semata-mata hanya karena kecantikan dari kaummu.
Setelah aku banyak membaca masa di kehidupan nanti bahwa kaummu di neraka nampak lebih banyak dibandingkan kaumku. Kaumku dengan sombongnya menganggap diri lebih suci dibandingkan kaummu. Padahal bisa saja di surgapun kaummu jauh lebih banyak dibandingkan kaumku karena berdasarkan logikaku, saat ini kaummu yang hidup didunia jauh lebih banyak dibandingkan kaumku.
Setelah aku banyak membaca agamaku mengenai kaummu, ternyata kedudukanmu begitu dimuliakan oleh agamaku. Agamaku mengharuskan kaumku menghormati dan menyayangi kaummu yang telah melahirkan kaumku dan kaummu. Agamaku menempatkan kaummu sebagai tiang negara kaumku dan kaummu. Do’a dari kaummu sangat didengar oleh Tuhanku saat kaummu mendoakan kaumku dan kaummu yang telah lahir dari kaummu. Kaummu diakhirat kelak bisa menarik kaumku dari dalam surga ke dalam neraka dan bisa juga menarik kaumku dari dalam neraka ke dalam surga. Ternyata kaummu begitu mulianya di pandangan agamaku.
Setelah aku banyak merenungi semua mengenai kaumku dan kaummu. Aku semakin merasa malu atas tindakan so’ jago, so’ berwibawa, so’ berjasa, so’ pintar, so’ suci, so’ pahlawan dan so’so’ lainnya dari kaumku terhadap kaummu. Sebagai rasa penebus maluku pada kaummu, aku berjanji akan senantiasa membimbing, menyayangi, mencintai, melindungi, menghormati, dan mencurahkan cintaku padamu istriku.
Maafkan aku istriku jika pengorbananku pada dirimu masih tetap jauh di bawah pengorbananmu pada diriku. Namun aku akan terus berusaha sepenuh hatiku agar pengorbananku setara dengan pengorbananmu. Aku sungguh sangat mencintaimu istriku.
Senin, 13 Maret 2006
“Mencintaimu”
Saat aku mau menikahimu
Aku merasa ada keraguan pada diriku
Aku merasa bimbang dalam meminangmu
Aku merasa tidak mencintaimu
Aku merasa ibumu telah memaksaku
Aku merasa dirimu bukan calon istri idealku
Aku merasa banyak gadis yang jauh lebih baik darimu
.
Sekarang…
Setelah aku menikahimu
Aku sungguh sangat mencintaimu
Aku merasakan kebahagiaan yang tak pernah kubayangkan
Aku sungguh bersyukur dirimu adalah pilihanku
Aku sangat senang karena aku mengambil keputusan tuk menikahimu
.
Saat dalam tidurku…
Aku sering bermimpi akan meminangmu dengan sepenuh hatiku
Aku sering bermimpi akan manikahimu dengan sepenuh cintaku
Aku ingin cepat pelaksanaan akad itu berlangsung dengan cepat
Karena aku tidak ingin kegagalan dalam pernikahan dengan orang yang sangat kucintai
Aku bermimpi pada saat pernikahan kita terasa syahdu dan sungguh indah dalam hidupku
.
Sayangku…
Seandainya waktu boleh terulang
Maka saat pernikahan kita
Cintaku padamu akan setinggi gunung
Bahkan jauh lebih tinggi lagi sayangku
.
Maafkan aku..
Jika saat pernikahan dulu hatiku tidak mencintaimu
Namun ketahuilah saat ini aku begitu sangat menyayangimu
Aku begitu rindu, sayang dan benar-benar cinta padamu bidadariku
Saat menulis goresan hatiku ini
Aku menangis antara kesedihan dan kebahagiaan
Karena hatiku takut kehilanganmu
Karena hatiku sangat mencintaimu
Dirimu benar-benar belahan jiwaku
Yang telah membuat jiwaku sempurna
.
Dirimu bagaikan intan yang dulu kusangka sebagai batu kali
Terima kasih sayangku atas takdir hidupmu jadi milikku
(Gantira, Jakarta)
Rabu, 05 Oktober 2005
“Bisakah Hatiku Seperti Hati Seorang Tukang Parkir”
Bulan demi bulan keindahan itu semakin nampak dimataku
Sehingga setiap tidurmu aku selalu membelai indahnya sebuah perut didirimu
.
Di suatu pagi yang masih sangat pagi
Dirimu berteriak merasakan kesakitan
Saat dirimu berdiri, keluar cairan yang begitu banyak di perut indahmu
Dirimu menangis karena merasa keindahan perutmu akan hancur berantakan
.
Lalu diriku membawa dirimu pada sebuah hospital dinegeri itu
Aku berharap-harap cemas apakah perut indahmu masih bisa terselamatkan
Jam demi jam kutunggui dirimu
Namun diakhir pemeriksaan seorang yang berbaju putih berkata padaku
Bahwa perut indahmu tak mungkin lagi bisa terselamatkan
.
Aku dan dirimu hancur berkeping-keping
Air matamu terus bercucuran di kelopak matamu
Aku hanya bisa terdiam lalu kuceritakan mengenai seorang tukang parkir
.
Tukang parkir senantiasa rela bila kendaraan-kendaraan yang dititipkan padanya
diambil satu persatu oleh pemiliknya
Ia tidak pernah marah namun malah tersenyum memandang mobil yang dijaganya satu persatu meninggalkan dirinya
Dia tetap berharap kendaraan itu atau yang lainnya kembali untuk bisa dijaganya
.
Setelah kisah tukang parkir itu ku ceritakan pada belahan jiwaku
Tangisannya mulai mereda serta bisa menerima keindahan perutnya yang telah hilang
Saat dirinya dibawa kedalam ruangan oleh orang-orang berbaju putih
Aku ditinggalkan sendirian di tempat yang banyak orang lalu lalang didepanku
Namun aku merasakan kesepian, secara tak sengaja air mataku bercucuran, aku ternyata menangisi keindahan perutnya yang telah hilang
.
Hatiku terus bertanya “Bisakan aku memiliki hati seperti hati seorang tukang parkir?” aku ternyata terus menangis dengan kesedihan yang dalam. Ternyata hatiku belum bisa seutuhnya menjadi hati seorang tukang parkir.
.
“ Ya Tuhanku, Berikanlah kekuatan kepadaku, dan jadikanlah diriku sabar mengatasi cobaan ini. Karena bayiku adalah milikMu yang dititipkan kepadaku. DiriMu mempunyai hak untuk mengambilnya dariku. Berikanlah penggantinya yang jauh lebih baik dari itu, Amin”
(Gantira, Australia)
Kamis, 01 September 2005
Batu Kali dan Batu Intan
Ternyata sebuah batu kali…
Awalnya seperti sebuah batu kali…
Ternyata sebuah batu intan…
.
Begitu banyak wanita yang awalnya disangka batu intan…
mereka dielus-elus selama bertahun-tahun dalam sebuah kisah cinta…
namun setelah sidik jari di ukirkan…
ternyata dia hanya sebuah batu kali…
.
Begitu banyak pula wanita yang awalnya disangka batu kali…
dicari cara untuk dibuangnya jauh-jauh…
namun setelah ikatan diresmikan…
ternyata dia sebuah batu intan…
.
Sayangku, awalnya kumenyangka dirimu hanya batu kali…
Ingin skali ku membuangmu jauh-jauh…
namun setelah ikral setia dikumandangkan…
ternyata dirimu sebuah batu intan…
.
Aku sangat mencintaimu sayangku…
Ku bersyukur dirimu tidak seperti bayanganku sebelumnya…
Ku menikahimu karena Tuhanku …
Begitu pula dirimu menerimaku karena Tuhanmu…
(Gantira, Wollongong-Australia)
Sabtu, 20 Agustus 2005
Bila Dirimu Tahu
Maka dirimu akan tahu kecilnya sebuah elektron dan netron yang ada di dalam sebuah atom
.
Bila dirimu tahu betapa besar rasa cintaku padamu
Maka dirimu akan tahu bintang terbesar yang ada di alam semesta
.
Bila dirimu tahu betapa dalam rinduku padamu
Maka dirimu akan tahu dalamnya lautan yang ada di planet bumi
.
Bila dirimu tahu betapa tinggi hormatku padamu
Maka dirimu akan tahu tingginya langit yang ada di atas langit
.
Bila dirimu tahu betapa luas rasa sayangku padamu
Maka dirimu akan tahu luasnya ruang yang ada di dunia
.
Bila dirimu tahu betapa dasyatnya rasa kasihku padamu
Maka dirimu akan tahu dasyatnya panas yang ada pada inti panasnya matahari
.
Bila dirimu tahu semua itu
Maka dirimu akan semakin mencintaiku
(Gantira- Wollongong Australia)
